Inez's Diary

subtitle editor… a joke? part 2

Beberapa waktu lalu saya sempat job interview sebagai translator untuk perusahaan yang bergerak di bidang program/software developer. bukan perusahaan besar sepertinya, mengingat lokasinya juga di pinggiran kota. but hey, who am i to judge?

Setelah muter-muter komplek hampir satu jam untuk mencari lokasi kantor perusahaan itu, akhirnya ketemu juga. Kantornya berupa rumah yang sedang di renovasi, menurut juragan yang interview saya kantornya memang baru pindah ke sini.

I was applying for translator because i happen to like translating and so i tell the interviewer what kind of translating i do. i can see he’s smiling, the kind of smile that said “oh, a subtitle maker?” with one eyebrow up. oke, that just it. i know i had great chance for not getting hired. Well, this is not about i’m upset not getting the job entirely.

Begini, translating tetaplah translating apapun itu, baik teks atau subtitle. Kenapa? Karena pada dasarnya menerjemahkan adalah membuat orang lain mengerti/paham isi dari apa yang diterjemahkan.

Menerjemahkan teks dan subtitle membutuhkan skill yang agak berbeda. Menerjemahkan teks tidak butuh kemampuan listening. Memang bahasa yang digunakan dalam percakapan film sebagian besar adalah bahasa sehari-hari. Berdasarkan hal itu banyak orang menganggap remeh karena bahasa sehari-hari tidak sulit diterjemahkan. Maksud saya adalah, 2 hal ini tidak bisa disejajarkan karena memang butuh skill yang berbeda. Its like judging a painter and an architect, both draws but we can’t say a painter can’t draw just because they didn’t make things like architect.

Menerjemahkan sebuah teks dalam jurnal, artikel atau buku has it own perks sama seperti subtitle. Sementara subtitle adalah conversational language yang “mudah diterjemahkan”, teks dalam tulisan bentuknya lebih formal. The thing about formality adalah kata-katanya dapat kita temukan dalam kamus bahkan untuk istilah-istilah tertentu seperti istilah medis, teknik atau psikologi yang punya kamus istilah tersendiri. Kamus… kamu bisa temukan dimana aja dengan mudah. As hard as it is, you can always find help with dictionary. If you learn English through classes and course, then doing this kind of translating would be easy.

Conversational language, as easy as it is used in everyday life it can be hard to translate because of cultural difference. Bahasa lisan selalu berkembang, seperti halnya keberadaan bahasa prokem atau alay di bahasa Indonesia maka bahasa Inggris punya slang. Slang sendiri bisa berbeda arti di berbagai negara pengguna bahasa Inggris. Inilah yang membuat translating subtitle lebih menantang. Mereka yang tidak terbiasa mendengar/bicara dalam bahasa Inggris pasti akan kesulitan. Kenapa? Karena slang tidak akan ada dalam kamus biasa. Hell i don’t even know if there’s slang dictionary.

Menerjemahkan butuh kemampuan comprehension, translating text needs reading comprehension while subtitle needs listening. If you didn’t understand what is it that you’re reading, you re-read again until you understand. Begitu juga dengan subtitle making, kita mengulang percakapan sampai kita mengerti. The thing about reading is text is always the same anywhere in the world sementara pelafalan berbeda. Pernah mendengar british accent yang dianggap sexy? atau southern dan Australian accent yang terdengar lucu? yah, penerjemah subtitle harus terbiasa atau paling tidak mengetahui perbedaan pelafalan ini untuk bisa menerjemahkan dengan tepat.

I’m not saying translating subtitle is harder than text, because it depends on the skills that you have. I’m saying, untuk tidak memandang sebelah mata suatu hal hanya karena hal itu telihat atau terkesan sepele, like, “it just a small text on a movie.” Secara pribadi saya memang lebih suka membuat subtitle karena saya suka dan menikmati sebuah tontonan. Anyhow, i enjoy doing both kind of translation.

Cheers!

Happy Holiday Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s