Inez's Diary

Subtitle… a joke?

Saya akan bicara tentang subtitle kali ini. Apa itu subtitle? Well, subtitle ada teks yang muncul dalam tayangan baik film atau program televisi yang biasanya berbahasa asing. Gunanya ya supaya bisa lebih mengerti konten tayangan tersebut. Subtitle ini ada 2 macam, ada yang alih bahasa saat audio berbahasa asing dan subtitlenya adalah bahasa Indonesia (misalnya). Di luar negeri sana, subtitle ini lebih diperuntukkan untuk mereka yang memiliki gangguan pendengaran sehingga dibuatlah subtitle yang bahasanya sama dengan audionya.

I’m a hardcore watcher. I mean, I love watching movies or tv series since I was a kid. Honestly, I learn about English there more than I learn in school. Saya mulai jadi seorang subber atau pembuat subtitle sejak 2010 lalu, terdorong oleh rasa gemes dan kesal karena sering mendapatkan subtitle yang phail (payah). Hampir 3 tahun menjadi seorang subber banyak suka dukanya dan banyak belajar pastinya. Setiap menerjemahkan sebuah episode, selalu ada hal baru. Pada setiap episodenya selalu menemukan hal yang harus diperbaiki, menemukan padanan kata yang lebih tepat. Then I understand, kadang, subtitle payah itu bukan karena subbernya payah tapi simply karena subber itu tergelitik untuk melakukan sesuatu yang beda. I’ll tell you about it later. First, I’m gonna tell you about how subtitle making process.

Setiap subber punya gaya dan cara masing-masing dalam menerjemahkan. Based on experience, I find that bad subtitle comes from a lazy one. Maksud males di sini adalah mereka yang lebih suka cara mudah dalam menerjemahkan. Just copying to google translate and paste and… voila there you go. Saya sendiri pernah mencoba beberapa cara, cuma banyak yang hasilnya nggak maksimal dan tetep banyak revisi pada proses pengecekan. So this is my step.

  1. Watch the movie or episode.
  2. Prepare your tools.
    1. English dictionary works better than google translate. I used The Sage dictionary software.
    2. Subtitle Software, take your pick. Or you can go to addic7ed.com to translate it online (don’t forget to sign up).
    3. This is the hardest part, you’ll be using lots of “pause” button or rolling back the scene. Listening! Listen to every line and write it down. It took about 2-4 hours for me for a 40 minutes episodes, and its about 500-700 lines.
    4. After every lines is written, sync your subtitle appearance with the video. (using the software of course)
    5. Watch the episode with your subtitle in it. Check your lines is it properly translated and synchronized. If it hasn’t then revised.
    6. Watch it again to make sure.

Untuk subtitle sebuah tv episode berdurasi sekitar 40 menit, saya butuh waktu sekitar 5-6 jam untuk menyelesaikan 6 step diatas. Langkahnya sederhana but just so you know, subtitle making is such a time waster if you do the right way. Saya nggak menyalahkan subber yang pake google translate atau translasi instan lain, it’s a choice. But I prefer my time waster step so I can keep the quality of my subtitle.

Saya adalah tipe subber yang hanya mengerjakan subtitle yang film/tayangannya saya lihat. Saya pernah coba langsung menerjemahkan subtitle yang ada tanpa melihat filmnya terlebih dahulu, dan ternyata banyak yang nggak pas. Beberapa kalimat seperti “bury the hatchet” kalau kita nggak ngerti konteks-nya apa, pasti diterjemahkan “mengubur kapaknya” padahal itu adalah sebuah ungkapan yang berarti “berdamai”.

Ada banyak penyebab kesalahan dalam pembuatan subtitle yang alih bahasa. Bisa jadi karena si pembuat tidak paham konteks percakapan sehingga maknanya jadi melenceng. Bisa karena proses terjemahan yang kata per kata, sehingga ketika dihadapkan pada idiom atau slang (bahasa prokem) menjadi tidak sesuai maknanya.

Lumrahnya, sebuah subtitle dibuat dengan menggunakan bahasa baku, sehingga dapat dimengerti mayoritas. But as subber, kadang juga tergelitik untuk menerjemahkan dengan bahasa sehari-hari bahkan lebih banyak menggunakan prokem, simply untuk lucu-lucuan saja. Ini juga salah satu alasan yang membuat pemakai subtitle kecewa. Mereka yang terbiasa menggunakan bahasa baku tentu merasa aneh dan mungkin terganggu dengan subtitle gaya prokem.

So I want to clear it out. Di internet sana banyak sekali situs penyedia subtitle gratis tinggal download. Uploader subtitle-nya pun pasti macam-macam dan dari berbagai negera. So if you find a messy subtitle, well you just need to download another one. Atau kalau sudah punya subber favorit, ya minta dia saja untuk translasi. Kalo untuk subtitle ngaco di tv kabel, saya hanya bisa bilang…. Recruitment failure. Sudah repot menggaji seseorang untuk menerjemahkan tapi terjemahannya payah dan tidak memuaskan costumer. Padahal diluar sana banyak subber yang ngerjain subtitle karena dasar seneng dan kepingin share, nggak minta bayaran. cari aja di subscene.com, addic7ed.com atau situs lain and you’ll be surprised.

Silakan belajar subbing or at least…please appreciate your subber works by agreeing their terms. They’re not asking you to pay or be worshipped. Dan untuk mereka yang sering “mengecilkan” sebuah subtitle, please think again. Enggak semua copy-paste di google chrome. There are who really put a work to it.

Happy Watching!!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s