Inez's Diary

thank you Allah

hari ini, aga sedikit berbeda…

lagi2 saia diingatkan untuk lebih rendah hati, berpikir sederhana, melihat segala sesuatu dari sisi yg lebih naif dan ga complicated seperti saia bisa berpikir. saia diingatkan bahwa pride serta pangkat atau gelar yg kita punya yg kita banggakan bisa jadi tidak sebegitu berarti. bahwa toh dengan melepas semua itu, mensejajarkan kita dengan orang2 yg secara “kelas” baik itu ekonomi, pendidikan maupun intelektual tidak akan membuat kita jadi kurang bahagia dan-atau kurang berarti. begitupun bahwa materi memang membuat kita bisa mencapai apa yg kita mau dan membuat kita senang, bahagia (apapun itulah sebtuannya) but then there’s a whole lot ways to earn the kind of happines we want.

saya belajar bahwa ambisi ada dan semakin menguat ketika kita berada atau bersentuhan dengan orang2 yg memang satu “level”. kita ingin lebih kaya ketika lingkungan kita adalah orang2 kaya, kita ingin lebih pintar ketika kita dikelilingi oleh orang2 pintar. lalu kapan kita merasa cukup? berkata “sudah” dan “cukup” atas pemerolehan kita selama ini? memang manusiawi untuk tidak merasa cukup, tapi agama mengajarkan umatnya untuk merasa cukup bukan? kenapa?? jawabannya saya temukan hari ini.

berjalan kaki dan mengobrol dengan seseorang yg hanya setingkat SMA, bekerja sebagai buruh di pabrik2 selama 5 tahun terakhir hidupnya. dia bertanya kenapa saa baru mencari kerja. saya menjawab, karena selama ini kuliah dan baru selesai. dia berkata, “hebat atuh, sayang kalo harus melamar kerja di pabrik seperti saya.”
kata2 dia seperti tamparan buat saya, saia berpikir ulang dengan kata2 dia terngiang di telinga. kenapa saya tidak bersyukur dan merasa cukup saja? kenapa saia masih ingin lebih, ingin ini dan ingin itu kayak nobita?

saya mencoba menyelami diri saya, pengalaman hidup saya, teman2 saya dan kata2 seorang gadis tamatan SMA yg bekerja sebagai buruh. pelajaran dari Tuhan buat saya, merasa cukuplah dan jangan terbelenggu dengan ambisi sendiri. jika memang saia pantas mendapatkan keinginan2 saia, maka Tuhan akan memberikannya untuk saia.

saia berdamai dengan diri saya, dengan ambisi2 saia yang gila dan saia -pun menjadi lebih tenang. keinginan dan ambisi itu masih ada tapi tidak lagi menggebu dan saia tidak lagi berteriak, “tolong tuhan, please dong Allah…” untuk hal ini saia jadi lebih bijak. saia masih meminta pada yg kuasa, saia akan terus berusaha tp saia takkan menghabiskan energi saia untuk jadi bahan bakar ambisi manusiawi yg takkan ada habisnya. harus bisa berkata cukup, merasa cukup dan selalu bersyukur.

thank you Allah. alhamdulillahi rabbil alamin, alhamdulillah wa syukurillah…

Blogged with the Flock Browser

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s