Novel Review

Flash-forward the novel

By Robert J. Sawyer

Ini adalah novel Sci-Fi yang sarat penggunaan istilah fisika. Dari mulai teori quantum physics, Schrödinger’s cat dan lain-lain yang saia pun tak mengerti hehehe. Tertarik dengan tag line tv sereis-nya “everyone had a glimpse sight of the future”, saia pikir ini seperti pelukis di tv series Heroes eh ternyata beda.

Novel ini bertutur tentang ilmuwan fisika di CERN, yakni lembaga di bidang nuklir yang membiayai riset2 high-tech para ilmuwan. Adalah Theodosios Procopides dan Lloyd Simcoe partner kerja dalam LHC experiment. Eksperimen yg “menubrukkan” dua partikel hingga dari hasil tubrukan itu menghasilkan energi  yg maha-dahsyat. Yang katanya energi ini menyamai apa yg terjadi beberapa saat setelah kejadian Big Bang (teori permulaan alam semesta). Dari energi yg besar itu tercipta sebuah partikel lain yg belum pernah diketahui wujudnya dan sedang dicari2 peneliti. Bisa dikatakan ini adalah eksperimen ideal mereka Llyod dan Theo untuk mendapatkan nobel.

21 april 2009 tepat jam 5 sore, Lloyd dan Theo akan melaksanakan eksperimennya. Bersama Michiko Komura (pacarnya Llyod), mereka melakukan countdown untuk memulai proses collision. TENG!! Tepat jam 17.00 collision 2 partikel itu terjadi. Blank buat Theo, saat melihat jam ternyata sudah lewat 2 menit dari 17.00. tak ada ingatan apapun dalam rentang 2 menit. Lain halnya dengan Lloyd yg saat 2 menit itu, berada di suatu tempat di amerika, on the bed with women he never knew and certainly not Michiko his loves one now. Llyod sempat melihat wajahnya di kaca dan ia terlihat jauh lebih tua, ia mengenakan cincin kawin, begitupun perempuan yg dilihatnya. Michiko saat 2 menit itu melihat dirinya berada di jepang bersama seorang anak perempuan, tapi bukan anaknya Tamiko. Lain halnya dengan Jake, yg melihat dirinya sedang “ML” dengan perempuan yg saat ini sebatas rekan satu profesi. Perempuan yang tinggal di amerika sedangkan dia di Swiss.

Ternyata pengalaman Llyod dan Michiko juga dialami oleh orang2 seluruh dunia. Bisa dikatakan selama 2 menit itu kehidupan seperti dipijit tombol pause, sementara pikiran manusia di jump forward ke masa depan. Stasiun tv ramai memberitakan vision yg dilihat orang-orang, dan diketahui mereka loncat ke masa/waktu yg sama 23 oktober 2030. Theo yg tidak melihat apa2 saat kejadian flashforward (kejadian 2 menit itu dinamakan flashforward), mendapat telepon dari seorang wanita di Nigeria yang mengatakan bahwa Theo mati di bunuh, wanita itu pada masa 2 menit di tahun 2030 melihat berita tentang kematian Theo.

In spite of yg terjadi dengan dunia dan permasalahan eksperimen, peristiwa flashforward member dampak personal pada 3 orang ini. Theo jadi terobsesi mencari tahu siapa yang membunuh dirinya. Lloyd yg bertunangan dengan Michiko tiba-tiba ragu untuk menikahinya karena ia melihat Michiko is not the one he’s grow old with padahal Llyod sangat menyayangi Michiko. Michiko sendiri setelah kematian Tamiko (tamiko korban flashforward yg ketabrak mobil depan sekolah), tidak punya siapa2 selain Llyod. Ia menuntut Lloyd untuk memutuskan apakah ia akan menikahinya atau tidak. Bukan semata karena vision Lloyd tapi lebih ke perencanaan hidup Michiko sendiri. Disini ada kejadian yg kata saia sangat awesome. Michiko dan Lloyd beradu argument pake teori2 fisika untuk menjelaskan pandangan mereka tentang relativitas masa depan, apakah masa depan itu fixed (pasti) dan immutable (tak bisa dirubah) atau sebaliknya, bisa dirubah. Perdebatan “cerdas” untuk menyelesaikan masalah interpersonal relationship. Acung jempol deh.

Oke,lanjut. Berbeda dengan Michiko dan Lloyd yg hubungannya merenggang (meski akhirnya menikah juga sih) karena vision flashforward, Jake justru menemukan calon istrinya. 2 manusia tak saling mengenal memutuskan untuk menjalin hubungan (jarak jauh pula) karena keduanya melihat masing2 sebagai pasangannya di tahun 2030.

Sampai beberapa bulan berikutnya, tidak ada jawaban pasti tentang apakah yg menyebabkan peristiwa flashforward. Percobaan LHC pun diulang tapi tak ada yg terjadi. Pelan2 semua orang mulai move one. Theo dan Michiko menikah, begitu juga Jake. Dan Theo menghentikan aktivitas pemburuan pembunuhnya. Sampai akhirnya tiba tahun 2030.

23 oktober 2030 eksperimen LHC Theo dan Lloyd di ulang. Rupanya tidak ada yg lupa dengan peristiwa flashforward di tahun 2009. Melalui penelitian yg lebih maju, para ilmuwan mendapatkan kondisi bumi tanggal 23 oktober 2030 akan sama persis seperti  dengan 21 april 2009. (pokoknya ada penjelasan tentang solar system dan matahari gt deh). Jadilah percobaan itu diulang untuk melihat efeknya, apakah orang2 akan mengalami flashforward lagi atau tidak.

Well, kejadian saat 2030 yg sedang dijalani sekarang ternyata memang sama dgn vision flashforward 2009. Lloyd dan istri barunya (cerai dengan Michiko setelah 10 tahun menikah), yang penting adalah Theo akhirnya bertemu dengan pembunuhnya..mati atau tidak si Theo ini, baca ajalah hehehe.

Overall, flashforward merupakan novel pendek dan dari segi cerita ringan tapi istilah2 fisika yg berjubel membuatnya agak susah dicerna. Terutama buat orang2 yg ga terlalu ngerti teori fisika bakal aga bingung ngikutin penjelasan kejadian flashforward. Meski begitu, Robert J. Sawyer menuturkan teori fisikanya dengan bahasa yg mudah dicerna, jadi kita ngerti maksud teori itu tapi ga kebayang prakteknya seperti apa, gitu kali ya penggambarannya. So…saia rate 6.5 / 10 buat flashforward

bukunya bisa di download di sini (no password)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s