Inez's Diary

#140510 : Full Day

Fullest 8 hour of my life

Ga tau mulai dari mana atau pake gaya apa nyeritain apa aja yang terjadi hari ini, 14 mei 2010. Banyak yang terjadi, dari mulai ketawa2, serius, sampe momen dimana saia pengen nangis. All within 8 hour at this day.

Baiklah, dimulai dengan bimbingan skripsi dengan pembimbing tercinta jam 11 siang. It was short, about 15 minutes tapi saya menemui beliau kembali 3 jam kemudian untuk revisi hasil bimbingan 15 menit itu. Well itu memang maunya saia juga sih untuk ketemu lagi, mengingat ibu pembimbing ini gampang ditemui tapi tidak selalu available. Karena itu juga saya harus menunda acara makan siang saya demi menyelesaikan 15 item pertanyaan dari sekian puluh item alat ukur skripsi. Saia pun akhirnya terdampar di fakultas sendiri karna satu per satu teman se angkatan pergi menuju tujuannya masing-masing.

Fast forward, bimbingan part II berlangsung. It was a bit longer than the first one and it was very good alias lancar.mulai minggu depan saia berencana mengambil data part I. selesai bimbingan saia harus menunggu tante Kris yg laptopnya saia bajak untuk revisi siang itu. Sekitar jam setengah 4 teman2 berkumpul kembali difakultas, kami bercanda, berbagi gossip, berbagi info. Mengingat baru makan mi instan sejak pagi, perut saya protes dan memaksa saya menembus hujan untuk cari ganjelan. Jam 4 sore, rupanya Karina, tante Kris dan saia belum puas bercengkrama dan kami memutuskan untuk makan sore, (makan siang sekaligus makan malam) di LAMPION.

Sambil makan, sambil berbagi cerita cinta dan tentu saja vampire diaries. Memanas-manasi karina yg belum nonton episode terbaru VD. Hujan masih belum berhenti sejak saya selesai bimbingan part II, tapi hari sudah sore dan sudah saatnya pulang mengingat ponakan2 lucu menunggu dirumah.

Saia punya kebiasaan aneh dimana saia suka tiba2 aja pengen jalan-jalan. Bukan jalan2 kaya main di mall, tapi jalan kaki. Rekor paling oke saia jalan dari tol buah batu ke rumah tak menyangka rekor itu pecah hari ini.

Hujan memang selalu membawa macet, apalagi horror banjir belum ilang di benak saia dan orang2 sekampung. Feeling sudah mengatakan sesuatu yg tidak menyenangkan waktu melihat keadaan di jalan kliningan yg macet. 3 jalur sudah terpakai menuju arah rumah dan angkot tak maju2. Mood saia sedang bagus (karna bimbingan lancer juga karna bertemu teman2) maka saia memutuskan jalan kaki aja deh sampe perempatan buah batu-soekarno hatta. Walah..walah.. begitu sampe di perempatan it shocking me, perempatan mampet layaknya lagi lebaran. Kendaraan udah ga bisa masuk ke jalan terusan buah batu, saia yakin pak pulisi juga pusing gimana ngatur ratusan kendaraan yg ngantri untuk masuk ke jalan itu.

Melihat kepadatan itu saia memutuskan menelepon rumah meminta jemput di “jalan tikus” sekitar pasar kordon.kira2 15-20 menit saia tiba di ujung jalan tikus itu dan mulai menanti kedatangan ayah si penjemput. 5 menit pertama…orang belum ngeh dengan keberadaan saia di tempat itu. 5 menit kedua tukang ojek di pangkalan mulai melirik2 10 menit berikutnya seseorang berjaket kulit bertanya, “nunggu siapa neng?” (saia pura2 tidak dengar dgn liat2 ke jalan mencari sosok ayah). 5 menit berikutnya, “hayu atuh naik ojek sama mamang” (hahay…parno dan sudah lelah berdiri saia pun memutuskan untuk meneruskan perjalanan menyusuri jalan tikus berharap bertemu ayah). 45 menit kemudian saia tiba di kawasan IT Telkom. Seperti sms saia pada teman, keadaan saia adalah “kaki kesemutan, jalan sempoyongan, baju basah, keringet ma air ujan udah ga ada bedanya”.

Selama 45 menit terjadi fluktuasi emosi seperti kurva. Dari mulai santay jalan, mulai terasa parno karna lewat kuburan dan jalanan sepi, sampe pengen nangis tp ditahan karna takut disangka korban perkosaan, dan akhirnya merasa tenang lagi. Seperti sms saya pada si bebeb “I am beyond mad, I am furious but I’m too tired to say anything or even expressing it. I am totally spent and exhausted. Tell me to come home and I’ll start to walk again even this pain in my foot is killing me.” Yayaya… kesemutan ini belum hilang sudah 3 jam lamanya. Edaaanlah.

Menjelang jam 8 saia tiba dirumah, tapi ayah saia belum pulang. Wakwaw… kalo kata orang sunda mah “salisib di jalan” jam 9 malem ayah baru pulang. Kamipun mensinkronkan cerita mengapa kami tidak bertemu. Ternyata oh ternyata aku dan ayah saling menunggu di tempat yg bersebrangan sekitar 20 meter. Kesel, lucu, konyol…saia sudah tak marah lagi, dibawa seneng ajalah. Seperti ibu saia bilang, “ayah nunggu dua jam, kamu jalan berkilo2 meter” yaaaahh….anggap aja fair lah yah. Meski tetep (saia yakin) saia dan ayah pasti merasa GENDOK segede gob”””

Itu pilihan kita, menganggap kejadian menunggu dan jalan kaki itu sebagai sesuatu yg patut dikutuk, saling menyalahkan, atau diterima aja karna toh semua orang a.k.a saia dan ayah tepatnya, kena getahnya..saia memilih buat let it go aja dan sepertinya ayah pun begitu. (I hope so)

makasih buat pembimbin saia si mami, tante Kris dan Karina, ayah, ibu, abun dan abuy yg sudah menemani dan mengerti saia hari ini. loph you all…..

3 thoughts on “#140510 : Full Day

  1. busyet nez,,,,, kgak nyangka prjalanan stelah kita ktawa2 teh seaduhai ini critanya,,,,, nu penting dh bs seseurian lah…. ckckkckckkkkk…….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s