Latest Entries »

Attention

Mulai bulan Desember 2014 , blog ini akan jadi blog personal saya. Posting-posting sehubungan dengan vampire diaries, the originals dan subtitle berpindah lapak ke.

subtitle-zen.blogspot.com

Di blog subtitle-zen.blogspot tersebut tante_inez akan mempublikasikan semua subtitlenya, tidak hanya The Vampire Diaries dan The Originals, tapi juga serial lain seperti Lie To Me dan juga movies.

 

Mulai bulan Desember 2014 , blog ini akan jadi blog personal saya. Posting-posting sehubungan dengan vampire diaries, the originals dan subtitle berpindah lapak ke.

subtitle-zen.blogspot.com

Di blog subtitle-zen.blogspot tersebut tante_inez akan mempublikasikan semua subtitlenya, tidak hanya The Vampire Diaries dan The Originals, tapi juga serial lain seperti Lie To Me dan juga movies.

 

Mencari segala sesuatu tentang The Vampire Diaries??? Di sini tempatnya….
Season 5 baru berakhir pertengahan Mei 2014. Drama Silas dan Qetsiyah belum berakhir. Keduanya masih bertarung membalaskan dendam masing-masing. Silas masih mencari Amara kekasih sejatinya sementara Qetsiyah setengah mati mengembalikan Silas ke dunia lain. Doppleganger fate yang menyatakan bahwa Doppleganger diciptakan untuk bersama ini membuat hubungan Elena dan Damon goyah. Alam seolah mengejek mereka dengan memunculkan fakta-fakta bahwa Elena dan Stefan tak terpisahkan. Well, ternyata semua itu bukan kehendak alam. Ada pihak lain yang menggunakan Doppleganger ini sebagai boneka untuk saling mencari.

Adalah Markos, pemimpin sekte gifted witches yang disebut Travelers. Gifted witches ini memproklamirkan diri sebagai penyihir sejati. Mereka menggunakan persembahan (sacrifice) dalam setiap mantra-mantra besarnya. Markos berhasil keluar dari dunia lain setelah memanfaatkan situasi Bonnie yang lengah. Tujuan ia kembali adalah untuk membasmi semua sihir yang ada, sehingga hanya sihirnyalah yang berlaku di dunia ini. Manuver Markos yang bisa menembus anchor untuk kembali ke dunia manusia, membuat para makhluk supernatural dunia lain gelisah dan berusaha untuk melakukan hal yan sama.

Akhirnya Dunia Lain ciptaan Qetsiyah akhirnya hancur setelah Bonnie memaksakan diri untuk mengembalikan mereka yang terjebak disana. Sayangnya, dia dan Damon tertinggal.  kita lihat kelanjutannya di Season 6 yang akan tayang bulan Oktober 2014.

THIS IS WHAT YOU NEED TO KNOW ABOUT THE VAMPIRE DIARIES

1. The Vampire Diaries Novel by L.J Smith, ada link download dan sinopsisnya. sinopsinya based on english version novel, link downloadnya juga bahasa inggris. (password : thevampirediaries)

2. Stefan Diaries Novel by Kevin Williamson dan Julie Plec, ada link download dan sinopsisnya juga. (english version-sama kaya yang di atas). Password : stefandiaries

 

3. The Vampire Diaries Soundtrack, list soundtrack vampire diaries dari season 1 dan season 2 plus download link-nya

 

UPDATE :

12 Agustus 2014

Semua yang berkaitan dengan subtitle telah saya pindah ke subtitle-zen.blogspot.com untuk kenyamanan dan fokus download. Di blog subtitle-zen.blogspot tersebut tante_inez akan mempublikasikan semua subtitlenya, tidak hanya The Vampire Diaries dan The Originals, tapi juga serial lain seperti Lie To Me dan juga movies.

28 Oktober 2013

The Vampire Diaries akhirnya membuat Spin-Off atau cerita lain yang berkembang dari TVD sendiri. Judulnya serialnya The Originals, bercerita tentang The Original Family.

14 Desember 2012

Sebelumnya Admin mau minta maaf untuk link-link yang diberi adf.ly. Readers harap memaklumi dan pengertian demi kelangsungan blog ini. i share what i have, so i hope you don’t mind with adf.ly. kalau tertarik dengan adf.ly boleh klik disini.

All Novel bisa di download disini

Bali Summer Trip #1

Setelah bertahun-tahun nggak nge-trip sendiri, akhirnya 30 Mei 2015 lalu kesampaian deh. Persiapannya udah dari Desember 2014, hunting tiket murah untuk long weekend. Awalnya memutuskan untuk ke Singapura di 13-17 Mei, tapi saya lupa alasannya apa akhirnya saya dan dua orang temen lain memutuskan untuk ke Bali di 30 Mei – 3 Juni 2015.

Decision have been made, ticket is already booked sebelum berita pesawat Airasia Surabaya-Singapura kecelakaan di Kalimantan. Sempet deg-degan sih, tapi ya sudahlah pasrah aja. Di awal Januari pencarian hotelpun dimulai, nyari tempat sekelas tune hotel rata-rata sudah pada booked. Lalu, dapet rekomendasi dari temen di Vilarisi daerah legian. Sayapun search di agoda, liat-liat foto-foto hotel dan kamarnya okelah. Kami pilih kamar Superior dengan queen size bed, bath-tub, kulkas, AC juga TV. At last, trip pun sudah separuh lengkap. Tiket pesawat dan hotel sudah di tangan di bulan Januari. Bulan-bulan berikutnya diisi oleh nabung dan nyicil akomodasi di sana hahaha. Fiuh. Kami sepakat untuk menentukan biaya akomodasi bersama sebesar 2 juta rupiah/orang, biar satu pintu kalo mau jajan, masuk wisata, sewa mobil, sewa perahu, bensin dst. Persiapan terakhir adalah cari tempat sewa mobil yang murah. Kebetulan dapet rekomendasi juga dari temen di balisewamobil.com, kami sewa estillo seharga 150rb/24 jam (lepas kunci). Berikut rincian ‘bekal kami’ untuk trip ini.

  1. Pesawat pp + airport tax+bagasi 20kg = +/- 1.5 jt (per orang)
  2. Hotel kamar superior 5 hari 4 malam = +/- 1 jt. (per orang 350rb)
  3. Bekal akomodasi = 6 jt (2 jt/orang)*rincian di bawah
    1. Biaya sewa mobil = 600rb (4 hari)

Jadwal flight saat booking adalah Bandung-Bali itu 15.30 sementara Bali-Bandung 18.30. oh ternyata pada perjalanannya jadwal kami di reschedule sampai 3x, temen saya sempet komplen juga ke kantor Airasia di Sarinah, memastikan flight kami tidak berubah lagi maklum lah namanya juga orang kerja, terbentuk cuti, harus ngirit-ngirit hahaha. Maka jadwal fixednya jadi Bandung-Bali jam 06.00 pagi (WIB) dan Bali-Bandungnya 09.10 (WITA). Reschedule ini membuat itinerary kami jadi rada berantakan sebenernya, nggak masalah kan tetep liburan judulnya.

Trip Bali ini dimulai lebih awal oleh temen-temen yang dari Jakarta, sebut saja nona lubis dan noni channy. Mereka udah nge-trip duluan dari Jakarta ke Bandung sementara saya yang orang Bandung tinggal meluncur ke meeting point di pool travel hihihi. Story short, jam 3 pagi udah bangun, mandi lalu menuju bandara jam 4 pagi dengan muka bantal semua.

Day 1 – Pantai…pantai dan pantai.

Sekitar jam 9.30 an nyampe di Ngurah Rai, disambut dengan hujan gerimis, mendung, kecewa. Setelah meet-up dengan Bli Putu lalu serah terima mobil kami meluncur ke Sanur. Saat itu yang dicari cuma satu hal MAKAN, laper cyin, jadi meski hujan ya ga masalah. Tujuan kami bukan lain dan tidak bukan adalah Mak Beng.

  • Mak Beng

Warung ini begitu kesohornya meski ujan tetep aja rame dan kami nyaris waiting list. Turis lokal dan interlokal berjejal di sini. Tempatnya sempit dengan bau khas ikan yang memenuhi warung. I’m not that fond of fish, jarang banget makan ikan dan hanya mau makan ikan kalo nggak ada durinya dan sama sekali nggak bau amis. Pas baru dateng ke warung ini sempet ragu, duh bisa nggak nih saya menikmati makanannya, mana paketnya termasuk sop ikan yang pasti amis. TADAAAA… yang pertama diicip adalah ikan gorengnya, very nice, dagingnya lembut dan nggak berasa amis ikan SAMA SEKALI, di cocol ke sambalnya juga endes beudh. Berikutnya nyicip sop ikannya and amazingly juga sama-sama nggak bau amis ikan sama sekali. Oke, I like this dish terlebih bisa dibilang durinya ampir nggak ada karena keliatan dan gede-gede banget. Mbok pelayannya bilang, “Ini spesial ya, ikannya besar-besar.” Saya rasa ini istimewa, makanan juara yang membuat saya si anti ikan bisa melahap nikmat sampai habis. Paket sop ikan dan ikan goreng plus nasi ini dibanderol Rp, 37.000/porsi. Mantep.

Karena itinerary berantakan dan kami belom sempet miting trip route berikutnya untuk beberapa saat sempet kebingungan. Beruntung sepupu Nona Lubis tinggal di Bali dan beliau bersedia mengantar kami tur pantai hari itu. Pantai yang kami kunjungi antara lain Pandawa, Melasti dan Padang-padang.

  • Pantai Pandawa

Perjalanan dari Mak Beng ke Pandawa kurang dari satu jam via toll. Kurang lebih 1KM dari pantainya kami disuguhi pemandangan bukit-bukit karang yang dipapas sedemikian rupa agar dapat dibangun jalan yang nyaman ke arah pantai. Its beautiful. Sebelum sampai pantai, terdapat sebuah cliff yang jadi photo spot para pelancong. Di depannya terhampar laut sementara di belakangnya terdapat tulisan Pantai Pandawa tertanam di bukit karang. Pada bukit itu, disepanjang jalan menuju bibir pantai terdapat gua-gua kecil yang di dalamnya berisikan patung Pandawa. Pada saat ke sana patung yang ada baru beberapa, yakni patung Dewi Kunti, Dharmawangsa, Arjuna, Nakula, Sahadewa lupa deh satu lagi apa hehe. Setelah berfoto di depan patung-patung, kami langsung menuju pantai.

Pantainya cenderung sepi, pantainya putih bersih dan airnya jernih biru-kehijauan. We were blessed, cuaca tidak terlalu panas dan pantai tertutup awan, nggak kena matahari langsung tapi langitnya biru cerah. Angin sepoi-sepoi, suara deburan ombak ahh…damai.

As we walked through the beach line, taking we-fie all along ada seorang turis interlokal yang juga sibuk selfie sendiri di depan kami. At some point, dia menghampiri. Kepada Noni Channy dia berkata, “Excuse me, can you take a picture of me while i’m looking at the ocean. You know, from my back.” Setelah di foto, dia berkata, “Can you take once more.” Setelah itu diapun berbasa basi dan kamipun tahu kalau dia itu dari Belanda. Its kind of funny because we tease him a lot on his back. “Bang, foto bareng dong bang. Bang, dari pada foto sendiri mending sini bareng adek.” You know, and boom he asked to have himself getting picture and in awe kami lupa dan juga tetiba ga punya nyali untuk minta foto bareng hahaha.

Dari Pantai Pandawa kami bermaksud ke Padang-padang sembari mencari makan siang. Guide kami cuma satu waze atau google maps. Ternyata berdasarkan panduan itu, kami harusnya putar balik. Ya, kami baru membuka aplikasi waze setelah ngeh nyasar, begitu tahu nyasar, sepupu Nona Lubis ini menyarankan untuk lanjut saja, tak perlu putar balik. Well, jalan pun mulai agak aneh, sepi dan sempit. And then BOOM!! Another beach, liat di maps kami berada di daerah Ungasan. Dengan sok tahu kami menyebutnya pantai ungasan. Kamipun memutuskan untuk turun dan menikmati pantai. Di sana terlihat beberapa parkir dan excavator sedang memapas tebing, jalannya pun berupa tanah tanpa aspal. Kami berjalan menuju sebuah kios kecil (satu-satunya) bertanya tentang pantai ini. Disitulah kami mendapat informasi kalau hidden paradise ini bernama Melasti di desa Ungasan.

  • Pantai Melasti

Di ujung kanan, berlindung dibawah bayangan sebuah bukit terdapat sekeluarga turis asing sedang bermain di pantai. Ada yang bermain air, bermain pasir sementara yang dewasa berjemur. So private. Di atas bukit memang terdapat sebuah resort, satu-satunya sepanjang jalan kami nyasar tadi. Jadi memang yang main di pantai ini biasanya hanya tamu resort tersebut. But seriously, this beach is awesome. Air lautnya berwarna biru kehijauan dan crystal clear bahkan dari ketinggian bukitpun kami bisa melihat dasarnya. Pantai yang cocok banget buat menikmati me-time, cukup menggelar kain pantai, pesen rujak di si mbok kios tadi, rebahan atau baca buku…udahlah…couldn’t care less about the rest of the world for a moment.

Berhubung judulnya nyasar dan laper, kami nggak berlama-lama di Pantai Melasti. After bracing myself disertai deru adrenalin karena mobil sempet mati pas tanjakan sangat curam, the worst is over. Kami kembali ke track dan bertemu dengan kendaraan lain. Fiuh…

Tujuan berikutnya adalah MAKAN karena lapar melanda. Sembari menuju Padang-padang kami melewati sebuah warung yang menghidangkan makanan halal, sesuatu yang langka di Bali, namanya Warung Muslim Hafidzah, di Jl. Uluwatu Depan Pecatu Graha. Saya makan ayam bakar sama pecel, Nona Lubis pesan ayam bakar sama sambal goreng kentang, Noni Channy ayam bakar, kering tempe dan gulai nangka. Untuk harga saya ga tau nih habis berapa soalnya ditraktir sepupu Nona Lubis hehe..rejeki anak soleh. Setelah itu meluncur ke Pantai Padang-padang.

  • Pantai Padang-Padang

Di pantai ini sudah menjelang sore, sekitar jam 4. Agak bingung karena dari parkiran, pantainya terlihat jauh di bawah dan ternyata benar adanya kami harus menuruni tebing. Nggak terlalu terjal sih, hanya agak spooky karena harus “ngolong” diantara dua patahan cliff. Setelah beberapa menit dan antri menuruni tangga yang sempit akhirnya keliatan juga pantainya.

Well, agak berbeda dari ekspektasi saya nih. Di sini terbilang crowded, pantainya agak sempit dan bibir pantai berantakan antara yang jualan, turis londo yang berjemur, warga lokal yang nyari ikan dan turis-turis lain yang berkeliaran di bibir pantai. Tapi di tengah laut beuuhh, Nampak seperti surganya para surfer. Gelombang ombaknya seolah berlomba-lomba menuju pantai, dan memang terlihat beberapa turis asing lagi surfing.

Ada kejadian unik nih, nggak tau deh di pantai lain gimana, ada kejadian kayak gini apa nggak. Jadi, kami lagi ngadem memandang laut dibawah naungan semacam gua. Lalu seorang bapak tergopoh-gopoh memeluk jaring ikan. Ia membuka jaringnya di atas karang dan beberapa orang membantunya memasukkan ikan-ikan kecil hasil tangkapan ke dalam wadah. What a sight. Sontak ini mencuri perhatian para pelancong lain, mereka mulai mendekat dan mengabadikan momen ini. Sekali lagi saya amazed, semacam diingatkan masih ada loh orang yang mata pencahariannya atau bahkan mungkin berburu makanan dengan cara ini di era canggih sekarang.

Saya dan teman-temanpun turun ke pantai, masih terpukau dengan si bapak tadi. Lalu kami sadar ternyata ikan-ikan tadi memang berenang di sekitar tepian pantai, bergerak meliuk-liuk, bergerombol mengikuti arus. Dan jauh agak ke tengah kami melihat ikan-ikan ini melompat-lompat menghasilkan kilauan-kilauan dari sisik mereka yang keperakan memantulkan cahaya. Beautiful, cantik banget.

Kami tak berlama-lama di Padang-Padang, masih ada trip berikutnya. Dreamland dan LaPlancha. Ternyata Dreamland nggak accessible saat itu, tapi di sana kami sempat istirahat untuk ibadah lebih dulu. Luar biasa, masjidnya megah dan penjaganya juga sangat ramah. After a while, saya merasa benar-benar dalam damai. Menghadap yang Maha Esa ditemani angina sepoi-sepoi dan lembayung senja. The hell with sundown on the beach, this is already perfect. Waktu menunjukkan hampir pukul 17.30, kami menikmati sundown di dalam mobil, but its all right, kami tetap bisa menikmatinya. Trip ke LaPlancha pun di cancel dan kami memilih early shop di beberapa toko yang sedang sale besar-besaran hari itu hehehe.

Nggak terasa, langit sudah gelap kami segera mencari hotel untuk cek in. Kali ini judulnya muterin Legian, Nona Lubis sempat bersitegang dengan sepupunya karena kami tak juga sampai ke hotel, cabal ya Nona, pasti nyampe kok. Setelah cek in, bersih-bersih badan, mandi, kamipun bergerak mencari makan malam. Mata udah sepet bener deh, tapi perut meronta dan matapun mengalah. Kami makan di Belissimo, café kecil di bilangan Hayam Wuruk. Saat itu udah lewat jam 11 malem, beberapa menu yang kami pesan sudah habis. Saya sama Channy pesan pasta, Lubis dan sepupunya pesan cordon bleu. Range harganya dari 25-40rb, untuk minuman dari 5-30rb. Pizzanya juga sekitar 30-50rb ukuran medium. Untuk pastanya rasanya pas, bumbunya terasa dan toppingnya memuaskan, porsinya juga bikin kenyang, yang pasti nggak mblenger atau bikin eneg. Cordon bleu-nya nih yang agak-agak kurang memuaskan, disajikan dengan ubi goreng (dikira dapetnya French fries, kebiasa begitu, ternyata di menu memang dapetnya ubi. Efek ngantuk juga sih jadi kurang teliti hahaha). Cordon bleu-nya minimalis, porsinya kecil dan lebih berasa makan nugget isi keju gitu. Untuk pizzanya, topingnya juga minimalis tapi enak, kulitnya tipis and should be crunchy tapi karena kami makannya untuk sarapan jadi nggak crunchy lagi. Minumannya nggak ada yang istimewa, I feel my chocolate seperti susu coklat instan. Untungnya saat itu nggak mikir makan enak sih, could care much about the taste yang penting perut terisi hhahaha. Rules dalam berjalan-jalan adalah make sure our belly is never empty. Buang jauh-jauh diet ketat, yang penting stamina terjaga, jangan lupa doping vitamin c kalo perlu.

Perut kenyang, saatnya pulang. Sepupu Nona Lubis sudah diantar pulang, giliran kami mengakrabkan diri dengan waze dan google maps. Kantuk pun hilang karena takut nyasar, dan…yep kejadian deh. Me as navigator telah membuat kami kembali nyasar. Sori ya Nona Lubis, udah kasian bener sama sampeyan yang nyetir sambil meler-meler, bersin-batuk dan pusing pasti. But she’s not complaining, thank you very very much. Padahal seat mobilnya agak-agak peer, nggak bisa ngunci kalo jok-nya di kedepanin hehee. Another thank you pada Channy yang udah bersedia jadi ganjelan jok driver kami. Perjalanan hari itu di tutup dengan ngitung pengeluaran dan transfer hasil dokumentasi. Pukul 01.30 kami baru benar-benar bisa istirahat total, tidur.

this is our day 1 video compile. Part malam memang nggak terdokumentasikan. after shopping craze, we’re just too tired to even record hahaha

The Fault is in Our Stars

The Fault is in Our Stars by John Green

Mungkin kebanyakan tau judul ini dari film yang beredar sekarang, well..saya sih belom nonton, tapi udah baca dan saya rasa novel ini keren. a smart one. Meski tokoh utamanya adalah para pengidap kanker, novel ini nggak depresif tapi juga nggak berlebihan sampai terasa seperti membaca buku-buku motivasi. Ramuannya balance antara drama, romance dan komedi. Dibacanya ringan tapi mengena. You don’t need big sophisticated words to feel something right? it helps but not always. kesederhanaan kata dan setting sehari-hari justru memudahkan novel ini untuk menyerap di hati.

Cerita diawali dengan Hazel dalam support grup para penderita kanker, harinya dalam support grup berbeda dari biasanya ketika ia bertemu dengan sosok baru, Gus. Gus yang rebel dan annoying di mata Hazel saat pertama berjumpa. They clicked in a weird way, saling tertarik melalui sebuah buku. Buku yang di tulis oleh Mr. van Houten, buku satu-satunya yang ditulis. Bagi Hazel, itulah buku yang membuatnya tidak lagi depresif walau dia seseorang yang mengidap kanker, ia tak pernah merasa bosan walau membacanya berkali-kali. Gus merasa kesal dengan ending dari novel Mr.van Houten, dimana tokoh utamanya berhenti bercerita tiba-tiba, antiklimaks, menggantung, open ending. Ia akhirnya mengerti kenapa Hazel begitu terobsesi dengan novel ini hingga ingin menemui sang penulis.

Long story short, they went to see Mr. van Houten di Amstedam and love find its way. Complication arise when Gus conditions’ getting worse. But no, menurunnya kondisi Gus tidak diceritakan dengan dramatis hingga merobek-robek hati. Sadness exist but not enough to make your tears come out but enough to annoys you to the point of “i want to cry…please.” Well, thats’ me… you all should read it, it motivates you better than those motivation books.

Novel The Fault is in Our Stars oleh John Green ini berbahasa inggris dan berformat pdf.

01. Divergent by Veronica Roth

 

 

Divergent adalah novel yang bersetting di alternate universe, bumi dengan strata kehidupan yang berbeda. Ada 5 kelompok (faksi) dalam dunia versi ini. Abnegation yakni golongan selfless yang mengedepankan kepentingan orang lain, servant of the people. Erudite, yakni golongan cerdas yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu dan sains. Dauntless, kelompok yang terkenal dengan kebebasan mereka untuk berekspresi, lepas dan bebas. Mereka adalah “polisi” pengaman dan pelindung seluruh warga. Amity adalah kelompok yang mengedepankan perdamaian dan harmoni, serta dekat dengan alam. Candor adalah kelompok yang mengedepankan logika berpikir serta melihat segala sesuatu berdasarkan fakta yang ada, mereka adalah para penegak hukum, pengacara, hakim dll. Golongan terakhir adalah the factionless atau mereka yang tak memiliki faksi atau golongan Divergent. Divergent hidup sebagai gelandangan because they’re not belong to any of the faction.

Adalah Trish, seorang yang terlahir dari kelompok Abnegation yang memilih untuk menjadi Dauntless padahal sebenarnya dirinya adalah seorang Divergent. Bingung?

Well, at certain age para remaja akan diikutkan tes (wajib) untuk melihat arah kecenderungan pribadinya pada suatu faksi. Terlepas dari hasil tes, setiap remaja diperbolehkan untuk memilih apakah akan tetap di faksi tempat ia tumbuh atau berpindah ke faksi yang dia inginkan. Aturannya yang berlaku hanya 2, Faction before Family dan Once you choose, you can’t go back. Trish diketahui oleh pengujinya bahwa dia seorang Divergent, si penguji baik hati menasihati Trish untuk tutup mulut dan memilih faksi yang dia inginkan sementara sang penguji akan merubah data hasil tesnya. Ternyata si penguji ini berbuat baik karena kakaknya yang seorang divergent tewas setelah diketahui memalsukan identitasnya, dia tak ingin hal yang sama terjadi pada Trish.

Moving on, dalam dunia Trish sedang terjadi kekacauan politik dimana salah satu faksi ingin menggulingkan faksi Abnegation yang selama ini bertindak sebagai pengatur pemerintahan. Faksi hitam ini menggunakan faksi lain sebagai alat untuk mengudeta Abnegation. Abnegation tersingkir dan keadaan semakin genting. Trish bersama teman-teman Divergent lainnya berusaha mengendalikan situasi dan mengembalikan harmoni dalam dunianya. berhasil-kah? You better read all of the novel to know how the story ends.

 

 

 

Novel seri Veronica Roth ini berbahasa inggris dengan format pdf

02. Insurgent

03. Allegiant

The Dollanganger Series

Hello wordpress….

geez, its been a while. lagi sibuk ngurusin blog sebelah (subtitle-zen.blogspot.com) ngurusin subtitle. Tadinya blog ini mau di close, ternyata masih ada aja yang mampir nyari-nyari novel. baiklah… saatnya nambahin entry novel.

Novel yang dibahas kali ini adalah The Dollanganger Series by V.C Andrews. Ini novel jadul banget, seri pertamnya rilis di tahun 1979. Lalu kenapa saya angkat? Karena novel ini ada remake versi serialnya. Seri pertama filmnya rilis di tahun 1987, nah yang saya tonton adalah versi 2014. Rencana memang mau dibikin subtitlenya untuk blog sebelah, tapi novel review-nya dulu deh.

 

The Dollanganger Series 1 : Flowers in the Attic

Oke…

Saat nonton dan juga baca novelnya kita bisa merasakan suasana spooky dan tegang sepanjang cerita. Novel ini berkisah tentang keluarga Dollanganger. Sebuah keluarga dengan perfection layaknya boneka, cakep dan kece juga berambut pirang. people call them the Dresden dolls or Dresden family karena lebih mudah dieja dan dibaca .Mereka  adalah  The American Dreams family (pada masa itu). Ayah yang sukses di dunia kerja, ibu rumah tangga yang penyayang dan cantik serta anak-anak yang manis. Then life happens… Tragedi ini mengawali kisah novel seri pertama “Flowers in the Attic” dimana keluarga Dollanganger dihadapkan pada kenyataan pahit saat Christopher senior sang kepala keluarga tewas dalam kecelakaan sepulang kerja.

Corrine Dollanganger, istri dari Christopher mengungkapkan sebuah fakta yang lama dia pendam. Corrine mengaku bahwa dia berasal dari keluarga Foxworth, keluarga kaya raya di wilayah Virginia. Ia juga mengatakan bahwa sejak kematian Christopher, kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk sehingga ia tak punya pilihan lain kecuali untuk tinggal bersama ibunya, the grandmother of her children. Corrine menyampaikan janji manis pada anak-anaknya, di Virginia nanti mereka akan tinggal di rumah mewah.

Long story short, janji Corrine hanyalah janji. Christopher jr, Cathy dan si kembar Carrie dan Cory ternyata hidup dalam pengasingan di rumah keluarganya sendiri. Mereka mencoba mencari tahu apa yang terjadi di rumah, sehingga mereka harus hidup tersembunyi serta mengapa sang nenek begitu tega memperlakukan mereka seperti sebuah aib. Ternyata kenyataan hidup mereka jauh lebih pahit lagi. Corrine sang ibu, menelantarkan mereka dan menikah dengan pria lain. Sang nenek terus saja memperlakukan mereka seperti aib, mengurung mereka dalam kamar terpencil dengan akses ke loteng rumah, tak boleh terlihat oleh orang lain.

Kondisi little Dresden dolls semakin menyedihkan, rahasia pun terungkap. Mereka bersumpah tak akan menjadi “orang tua” mereka, takkan mengulang kesalahan orang tua mereka, Corrine dan Christopher Jr. Setelah kematian Cory… Chirs dan Cathy mengajak Carrie untuk melarikan diri dari Foxworth Manor. Rencana mereka berjalan sesuai rencana, merekapun berhasil lari dari Keluarga yang mengurung mereka. Inilah akhir kisah buku pertama. Buku berikutnya menceritakan kehidupan Chris, Cathy dan Cory dewasa pasca pelarian mereka.

The Dollanganger Series 1 : Flowers in the Attic ini novel berbahasa Inggris, format filenya  pdf dan epub.

silakan klik judul untuk download.

The Dollanganger Series 2 : Petals on the Wind

The Dollanganger Series 3 : If There be a Thorns

The Dollanganger Series 4 : Seeds of Yesterday

The Dollanganger Series 5 : Garden of Shadow

 

Psychology and Super Hero

Ilmu psikologi adalah kekuatan super, jadi mereka yang punya ilmu psikologi adalah superhero. Well, paling tidak saya berpikir seperti itu. Kenapa?

Saya selalu ingat dengan pepatah psikologi “Psikologi itu ilmu untuk anda, bukan untuk saya.” Meaning : Bahwa ilmu psikologi itu diperuntukkan bagi klien bukan psikolognya. Dengan sebelumnya satu maka mereka yang punya ilmu psikologi ini munafik, meaning : apa yang mereka sarankan pada klien, bagaimanapun ironisnya, tidak selalu berlaku bagi mereka meskipun mereka ada di posisi yang sama dengan klien. Contoh : Kasusnya patah hati. Si A yang punya ilmu psikologi ini gagal move on sedang menasihati temannya, si B yang baru saja ditinggal kekasih. Si A menasihati bla-bla-bla kemudian si B yang mengetahui masalah si A (gagal move on) akan berkata, “Dih, kamu aja gagal move on gitu.” percayalah, Si A kurang lebih akan memberi banyak reasoning sampai si B merasa bahwa kasus mereka berbeda dan akhirnya menuruti si A. My point adalah, Psikologi adalah ilmu yang pelik dalam arti dangerous and helpful at the same time. Saya sih oleh almamater saya di brainwash bahwa kita harus responsible dengan ilmu psikologi yang dimiliki dan digunakan untuk kebaikan, for the good of others.

Dalam perjalanan mencari jodoh dan mencari pekerjaan impian saya ketemu banyak orang. The second they knew i have a degree in psychology they ALWAYS said, “Baca aku dong.” kemudian menanyakan tentang tips dan trik sukses psikotes lalu mereka akan bilang, “enak ya punya ilmu psikologi, pasti lolos psikotes, udah tau triknya gitu.” Saking seringnya nemu yang begitu, saya seolah pengen melambaikan tangan ke kamera dan teriak “udahan bos, ga kuaaat.” atau doing table flip.

This is when the super power terms comes.

Psikologi memang ilmu untuk anda, karena bagi mereka yang punya ilmunya, biasanya kalau menerapkan atau menganalisa hidupnya secara full dengan psikologi, it will be an endless debate. Doktrin filsafat yang “harus mempertanyakan segala hal” demi mempertajam kepekaan akan jadi bumerang tersendiri. So, instead of doing things, WE tend to over-think everything and end-up being tired and doing nothing at all. Then when the problem resurface, the same cycle happens. At some point, WE just let it go and stop using or analyzing everything with psychology karena “pake” ilmu psikologi itu melelahkan hati dan pikiran. That is why psychology become a super-power, we’ll use it when we need it. Sepertihalnya para super-hero yang menggunakan kekuatan supernya pada waktu tertentu saja (ketika ada yang butuh pertolongan, misalnya), nggak lenggak-lenggok di dunia ini petantang-petenteng make super-powernya.

Maka dari itu, ketika ditanya tentang psikotes dan bagaimana kita “curang” karena punya super-power, know this… Karena kami tahu tujuan psikotest apa, maka TIDAK, we’ll try not to ruining the test by using our knowledge to have a certain score to be accepted. Karena kalo kami berusaha memanipulasi “supaya bisa diterima” otak kami akan bekerja 2 kali, memikirkan pengerjaan tes-nya dan cara/triknya. I guess some people did cheat, but i don’t. i just don’t want to over-think karena ujungnya… kalo manipulasi, psikotest ini nggak akan nunjukin diri saya yang sebenernya tp diri fake saya, itu satu, kedua, kasian otak saya harus kerja keras kek gitu, mending fokus di satu tugas aja hahaha. Untuk beberapa orang, bisa jadi psikotes tertentu jadi imun karena sudah hapal luar dalam jawabannya, nah… ini biasanya IQ test. No worries, IQ test sendiri ada banyak dan ada beberapa test lain yang bukan termasuk IQ test tapi bisa menilai IQ. Jadi, selalu ada celah untuk “menilai”  seseorang dengan cara yang valid dan itulah kenapa psikotest biasanya adalah rangkaian test bukan cuma satu tes aja. Jadi jangan terintimidasi atau menganggap kami selalu lolos atau cheat, it doesn’t work like that.

Because we learn so much about human and their personality and how fragile we were, we become to understand our role in the society. Kami sadar akan tugas dan tanggung jawab ilmu aaand we also have our own code of ethics. Ethics we must obey, supaya kami tidak menyalahgunakan ilmuWith great power, come great responsibility… gitu kata Uncle Ben di Spider-Man.

So, untuk temen-temen psikologi stay humble, don’t mumble, we need to be responsible. Psikologi adalah super-power kita, manfaatkan baik-baik, use it for a good cause, doing good deed.

Remember, kami mungkin punya super-power dan sama halnya dengan super-hero yang memiliki super-power, kami tetap punya kelemahan, because we’re mere human being just like all of you not some imaginary human with some super duper power. Our power is learned, so you can have it too. Its not an exclusive things like being born as Kryptonian or Odin’s sons. We’re not God who know every answer, and we’re not a psychic that we can know everything about you just by looking at your face. We need data, facts and time to conclude who the hell you are. Ilmu kami abstrak, sulit dijelaskan dengan angka bahkan kata-kata (kadang), how can we be sure or how valid it is? Semua tergantung pengalaman, kepekaan dan pehamaman akan ilmunya. Karena buat saya, statistik angka hanya menunjukkan frekuensi atau kecenderungan. Okelah, nanti lagi kita bicara tentang angka dan psikologi.

Good night universe….

Beberapa waktu lalu saya sempat job interview sebagai translator untuk perusahaan yang bergerak di bidang program/software developer. bukan perusahaan besar sepertinya, mengingat lokasinya juga di pinggiran kota. but hey, who am i to judge?

Setelah muter-muter komplek hampir satu jam untuk mencari lokasi kantor perusahaan itu, akhirnya ketemu juga. Kantornya berupa rumah yang sedang di renovasi, menurut juragan yang interview saya kantornya memang baru pindah ke sini.

I was applying for translator because i happen to like translating and so i tell the interviewer what kind of translating i do. i can see he’s smiling, the kind of smile that said “oh, a subtitle maker?” with one eyebrow up. oke, that just it. i know i had great chance for not getting hired. Well, this is not about i’m upset not getting the job entirely.

Begini, translating tetaplah translating apapun itu, baik teks atau subtitle. Kenapa? Karena pada dasarnya menerjemahkan adalah membuat orang lain mengerti/paham isi dari apa yang diterjemahkan.

Menerjemahkan teks dan subtitle membutuhkan skill yang agak berbeda. Menerjemahkan teks tidak butuh kemampuan listening. Memang bahasa yang digunakan dalam percakapan film sebagian besar adalah bahasa sehari-hari. Berdasarkan hal itu banyak orang menganggap remeh karena bahasa sehari-hari tidak sulit diterjemahkan. Maksud saya adalah, 2 hal ini tidak bisa disejajarkan karena memang butuh skill yang berbeda. Its like judging a painter and an architect, both draws but we can’t say a painter can’t draw just because they didn’t make things like architect.

Menerjemahkan sebuah teks dalam jurnal, artikel atau buku has it own perks sama seperti subtitle. Sementara subtitle adalah conversational language yang “mudah diterjemahkan”, teks dalam tulisan bentuknya lebih formal. The thing about formality adalah kata-katanya dapat kita temukan dalam kamus bahkan untuk istilah-istilah tertentu seperti istilah medis, teknik atau psikologi yang punya kamus istilah tersendiri. Kamus… kamu bisa temukan dimana aja dengan mudah. As hard as it is, you can always find help with dictionary. If you learn English through classes and course, then doing this kind of translating would be easy.

Conversational language, as easy as it is used in everyday life it can be hard to translate because of cultural difference. Bahasa lisan selalu berkembang, seperti halnya keberadaan bahasa prokem atau alay di bahasa Indonesia maka bahasa Inggris punya slang. Slang sendiri bisa berbeda arti di berbagai negara pengguna bahasa Inggris. Inilah yang membuat translating subtitle lebih menantang. Mereka yang tidak terbiasa mendengar/bicara dalam bahasa Inggris pasti akan kesulitan. Kenapa? Karena slang tidak akan ada dalam kamus biasa. Hell i don’t even know if there’s slang dictionary.

Menerjemahkan butuh kemampuan comprehension, translating text needs reading comprehension while subtitle needs listening. If you didn’t understand what is it that you’re reading, you re-read again until you understand. Begitu juga dengan subtitle making, kita mengulang percakapan sampai kita mengerti. The thing about reading is text is always the same anywhere in the world sementara pelafalan berbeda. Pernah mendengar british accent yang dianggap sexy? atau southern dan Australian accent yang terdengar lucu? yah, penerjemah subtitle harus terbiasa atau paling tidak mengetahui perbedaan pelafalan ini untuk bisa menerjemahkan dengan tepat.

I’m not saying translating subtitle is harder than text, because it depends on the skills that you have. I’m saying, untuk tidak memandang sebelah mata suatu hal hanya karena hal itu telihat atau terkesan sepele, like, “it just a small text on a movie.” Secara pribadi saya memang lebih suka membuat subtitle karena saya suka dan menikmati sebuah tontonan. Anyhow, i enjoy doing both kind of translation.

Cheers!

Happy Holiday Indonesia!

Subtitle… a joke?

Saya akan bicara tentang subtitle kali ini. Apa itu subtitle? Well, subtitle ada teks yang muncul dalam tayangan baik film atau program televisi yang biasanya berbahasa asing. Gunanya ya supaya bisa lebih mengerti konten tayangan tersebut. Subtitle ini ada 2 macam, ada yang alih bahasa saat audio berbahasa asing dan subtitlenya adalah bahasa Indonesia (misalnya). Di luar negeri sana, subtitle ini lebih diperuntukkan untuk mereka yang memiliki gangguan pendengaran sehingga dibuatlah subtitle yang bahasanya sama dengan audionya.

I’m a hardcore watcher. I mean, I love watching movies or tv series since I was a kid. Honestly, I learn about English there more than I learn in school. Saya mulai jadi seorang subber atau pembuat subtitle sejak 2010 lalu, terdorong oleh rasa gemes dan kesal karena sering mendapatkan subtitle yang phail (payah). Hampir 3 tahun menjadi seorang subber banyak suka dukanya dan banyak belajar pastinya. Setiap menerjemahkan sebuah episode, selalu ada hal baru. Pada setiap episodenya selalu menemukan hal yang harus diperbaiki, menemukan padanan kata yang lebih tepat. Then I understand, kadang, subtitle payah itu bukan karena subbernya payah tapi simply karena subber itu tergelitik untuk melakukan sesuatu yang beda. I’ll tell you about it later. First, I’m gonna tell you about how subtitle making process.

Setiap subber punya gaya dan cara masing-masing dalam menerjemahkan. Based on experience, I find that bad subtitle comes from a lazy one. Maksud males di sini adalah mereka yang lebih suka cara mudah dalam menerjemahkan. Just copying to google translate and paste and… voila there you go. Saya sendiri pernah mencoba beberapa cara, cuma banyak yang hasilnya nggak maksimal dan tetep banyak revisi pada proses pengecekan. So this is my step.

  1. Watch the movie or episode.
  2. Prepare your tools.
    1. English dictionary works better than google translate. I used The Sage dictionary software.
    2. Subtitle Software, take your pick. Or you can go to addic7ed.com to translate it online (don’t forget to sign up).
    3. This is the hardest part, you’ll be using lots of “pause” button or rolling back the scene. Listening! Listen to every line and write it down. It took about 2-4 hours for me for a 40 minutes episodes, and its about 500-700 lines.
    4. After every lines is written, sync your subtitle appearance with the video. (using the software of course)
    5. Watch the episode with your subtitle in it. Check your lines is it properly translated and synchronized. If it hasn’t then revised.
    6. Watch it again to make sure.

Untuk subtitle sebuah tv episode berdurasi sekitar 40 menit, saya butuh waktu sekitar 5-6 jam untuk menyelesaikan 6 step diatas. Langkahnya sederhana but just so you know, subtitle making is such a time waster if you do the right way. Saya nggak menyalahkan subber yang pake google translate atau translasi instan lain, it’s a choice. But I prefer my time waster step so I can keep the quality of my subtitle.

Saya adalah tipe subber yang hanya mengerjakan subtitle yang film/tayangannya saya lihat. Saya pernah coba langsung menerjemahkan subtitle yang ada tanpa melihat filmnya terlebih dahulu, dan ternyata banyak yang nggak pas. Beberapa kalimat seperti “bury the hatchet” kalau kita nggak ngerti konteks-nya apa, pasti diterjemahkan “mengubur kapaknya” padahal itu adalah sebuah ungkapan yang berarti “berdamai”.

Ada banyak penyebab kesalahan dalam pembuatan subtitle yang alih bahasa. Bisa jadi karena si pembuat tidak paham konteks percakapan sehingga maknanya jadi melenceng. Bisa karena proses terjemahan yang kata per kata, sehingga ketika dihadapkan pada idiom atau slang (bahasa prokem) menjadi tidak sesuai maknanya.

Lumrahnya, sebuah subtitle dibuat dengan menggunakan bahasa baku, sehingga dapat dimengerti mayoritas. But as subber, kadang juga tergelitik untuk menerjemahkan dengan bahasa sehari-hari bahkan lebih banyak menggunakan prokem, simply untuk lucu-lucuan saja. Ini juga salah satu alasan yang membuat pemakai subtitle kecewa. Mereka yang terbiasa menggunakan bahasa baku tentu merasa aneh dan mungkin terganggu dengan subtitle gaya prokem.

So I want to clear it out. Di internet sana banyak sekali situs penyedia subtitle gratis tinggal download. Uploader subtitle-nya pun pasti macam-macam dan dari berbagai negera. So if you find a messy subtitle, well you just need to download another one. Atau kalau sudah punya subber favorit, ya minta dia saja untuk translasi. Kalo untuk subtitle ngaco di tv kabel, saya hanya bisa bilang…. Recruitment failure. Sudah repot menggaji seseorang untuk menerjemahkan tapi terjemahannya payah dan tidak memuaskan costumer. Padahal diluar sana banyak subber yang ngerjain subtitle karena dasar seneng dan kepingin share, nggak minta bayaran. cari aja di subscene.com, addic7ed.com atau situs lain and you’ll be surprised.

Silakan belajar subbing or at least…please appreciate your subber works by agreeing their terms. They’re not asking you to pay or be worshipped. Dan untuk mereka yang sering “mengecilkan” sebuah subtitle, please think again. Enggak semua copy-paste di google chrome. There are who really put a work to it.

Happy Watching!!

 

 

susah foruman di idws?

Kaskus dan Indowebster (idws) adalah dua komunitas internet paling besar di Indonesia. Saya sih nggak tau banyak soal sejarah muculnya dua komunitas ini dan siapa aja foundernya. But for me, those people were awesome.  I dare to say, merekalah yang jadi booster anak muda negeri ini jadi melek internet dan teknologi.

Banyak perdebatan tentang manakah yang lebih bagus diantara keduanya. Saya pribadi user di keduanya dan mungkin post ini akan jadi pencerahan buat yang masih bingung. As for me, I find idws more fitting for my needs. Sebelum punya id di idws saya jadi user kaskus dulu untuk beberapa lama, dan sebagai nubie saya kebingungan atau mungkin otaknya belum nyampe untuk foruman hahaha. Saya bingung mencari link download dan kesulitan dengan tidak adanya server lokal yang provide files yang saya inginkan (pada saat itu, akhir 2009). Saya akhirnya nemu file itu di web idws.

Di web idws saya sering terganjal dengan files-files berpassword dan akhirnya memutuskan untuk mencoba join di forum. Sebagai nubie, i find idws lebih memudahkan dengan sistem index forum yang sudah terpisah-pisah dan spesifik. Misalnya forum Movies dan TV series dipecah lagi jadi Movie atau TV series dan dipecah lagi jadi Movie/TV series Asian/West. Pokoknya jadi lebih gampang dan ribet harus ngubek2 thread. Ini yang enggak saya dapet di kaskus saat itu. Maka sejak itu, saya jadi lebih aktif di idws daripada kaskus.

 

Sebagai nubie di idws, saya sih sukurnya nggak pernah kena bata tapi pernah di PM atau dikasi warning sama TS, Momod karena post yang sekarang di idws masuknya kategori junk. Satu hal yang bikin saya betah di idws dan memang jadi main reason saya beralih dari kaskus adalah kerapian thread. Indexing thread yang detail dan konten thread yang minim junk itu jadi poin paling waw. Mengitkuti thread di idws ga capek, karena post yang ada di thread memang informatif dan minim junk. Saya paling males kalo harus udah rollback atau baca-baca thread yang panjang tapi isinya kebanyakan junk dan one-liner. Tapi bukan berarti di idws nggak bisa nge-junk, ada kok lapak-nya macam lounge atau SF pojok komunitas, hanya saja kalo post disitu nggak akan masuk post count atau nantinya kena reset thread (thread terhapus termasuk post count sejumlah yang dipost di sana).

Saya nggak ninggalin kaskus sepenuhnya, masih suka main liat-liat FJB. Hal itu yang masih sepi di idws. Atau untuk baca-baca yang unik-unik. hanya kalo untuk file sharing dan ngobrol lebih banyak di idws. Kaskus memang lebih booming dan komunitasnya lebih banyak jadi pasti sering gathering. Saya di idws juga gitu kok, ada gathering sekalian file-sharing dan karena memang tidak sebesar kaskus jadinya kita lebih kenal satu sama lain. Beberapa malah kalo lagi ke luar kota suka jalan bareng sama regional sana. User idws nggak se-strict yang keliatan di forum kok.

Kalo saya simpulkan sih gini, secara garis besar sama aja. Dua-duanya punya punya komunitas, komunitas ini juga enggak jarang aktif di kegiatan sosial, misalnya penggalangan dana bantuan kalau ada bencana, sumbangan ke panti dsb. Terlepas dari idws punya server sendiri dan lebih enak untuk file sharing sementara kaskus dengan komunitasnya yang besar jadi lebih enak buat ngobrol basic perbedaannya adalah tipe usernya. User idws bisa dibilang hardcore file-sharing, suka download entah itu game, film, serial, software2 dsb dan obrolan mereka di forum ya seputar itu. berbagi informasi tentang apa yang mereka download, makanya konten threadnya jarang-jarang ada junk. berangkat dari situ, sepertinya para momod dan punggawa idws lebih mengarah idws sebagai forum diskusi dan file-sharing bukan komunitas.

sebagai pengalaman, junker idws biasanya memang nubie-nubie dan merekalah yang sering kena warning dan bata dari user lain. kenapa? FYI aja, di idws ada general rules posting dan user serta para punggawa stick to it like superglue. Dan cobalah posisikan diri sebagai rules maker atau rules watcher lalu ngeliat post-post junk, what would you do? tiap orang memang beda, tapi saya suka thread yang rapi, biar aja sepi asal kontennya berbobot daripada rame tapi isinya “ijin download gan, thanks gan, keren nih gan, ini film apa ya gan?”

 

-justmy2cent-

Tower Prep

Synopsys

Ian Archer adalah remaja yang nyaris tak pernah kalah dalam berkelahi hingga memaksa pihak sekolah untuk mengeluarkannya. Orang tua Ian jengah dengan perilakunya yang seolah gemar berkelahi dan sok jagoan. Mereka memutuskan untuk memasukkan Ian ke sekolah asrama. Dimalam Ian berdebat dengan orang tuanya, ia bermain game online dan bertemu dengan pemain bernama Whisper. Itulah hal terakhir yang ia ingat sebelum akhirnya terbangun di dalam kamar asrama.

Ian kebingungan dan orang tuanya tak dapat dihubungi, ia mencoba mencari tahu apa yang terjadi dan berusaha kabur pergi dari sekolah untuk meminta penjelasan dari orang tuanya. Menjelang tengah malam, Ian kembali mencoba melarikan diri. Dalam pelariannya ia bertemu 3 orang siswa lain yang berusaha melakukan hal yang sama. Mereka tidak berhasil kabur malam itu, tetapi hal tersebutlah yang menjadi awal petualangan mereka di Tower Prep. Seiring dengan usaha mereka untuk keluar dari Tower Prep makin memperlihatkan hasil, sedikit demi sedikit misteri tentang sekolah mereka terkuak. Whisper-pun bukan sekedar pemain game online, dia bukan pula manusia. berhasil-kah Ian, Gabe, CJ dan Suki kabur? atau semua itu hanya rekayasa sekolah untuk mencari siswa terbaik?

Review

Tower Prep merupakan serial remaja dari cartoon network. Walau cuma satu season saja, serial ini sebenarnya cukup menarik. Sekolah penuh misteri dan siswa yang punya kekuatan super merupakan daya tarik tersendiri untuk remaja, terlebih pemain utamanya Ian Archer yang dimainkan oleh Drew Van Acker serta CJ oleh Elise Gatien cukup memanjakan mata. Untuk penonton dewasa serial ini pasti terkesan cemen tapi buat saya serial ini bisa dinikmati dengan caranya sendiri. Sebuah suguhan misteri ringan yang bisa kita lihat tanpa mengerutkan dahi malah lebih banyak tertawa karena kekonyolan khas remaja.

Download Link

by Episode :

eps 01 – eps 02 A  B – eps 03 A Beps 04eps 05eps 06eps 07

eps 08eps 09eps 10 eps 11 – eps 12 A Beps 13 

*join files with HJSplit*

*password mail/DM me*

Subtitle Zen

my life and something to share

Islamic Broadcasting Forum

Just another WordPress.com weblog

grachman

Things I'll Never Say

Yopigamayanto's Blog

Just another WordPress.com weblog

Psy liter-art-ure's Blog

my life and something to share

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 972 other followers

%d bloggers like this: